<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Masjid Assalam Balikpapan</title>
	<atom:link href="http://www.assalam.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.assalam.or.id</link>
	<description>Masjid Assalam Balikpapan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 22:01:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
		<item>
		<title>IMAM JA&#8217;FAR</title>
		<link>http://www.assalam.or.id/2010/08/imam-jafar/</link>
		<comments>http://www.assalam.or.id/2010/08/imam-jafar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 04:00:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ganis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.assalam.or.id/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Imam Ja&#8217;far (80 &#8211; 148 H / 699 &#8211; 765 M)
Ja&#8217;far Ash-Shadiq adalah Ja&#8217;far bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali bin Abi Thalib suami Fatimah Az-Zahra binti Rasulullah Muhammad SalallahualaihiWasalam. Beliau dilahirkan pada tahun 80 Hijriah (699 M). Ibunya bernama Ummu Farwah binti AlQasim bin Muhammad bin Abu Bakar As-Siddiq Radiallahu anhu.
Beliau berguru langsung dengan ayahnya &#8211; Muhammad Al-Baqir &#8211; di sekolah ayahnya, yang banyak melahirkan tokoh-tokoh ulama besar Islam. Ja&#8217;far Ash-Shadiq adalah seorang ulama besar dalam banyak bidang ilmu, seperti ilmu filsafat, tawaruf, figh, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Imam Ja&#8217;far (80 &#8211; 148 H / 699 &#8211; 765 M)</p>
<p>Ja&#8217;far Ash-Shadiq adalah Ja&#8217;far bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali bin Abi Thalib suami Fatimah Az-Zahra binti Rasulullah Muhammad SalallahualaihiWasalam. Beliau dilahirkan pada tahun 80 Hijriah (699 M). Ibunya bernama Ummu Farwah binti AlQasim bin Muhammad bin Abu Bakar As-Siddiq Radiallahu anhu.</p>
<p>Beliau berguru langsung dengan ayahnya &#8211; Muhammad Al-Baqir &#8211; di sekolah ayahnya, yang banyak melahirkan tokoh-tokoh ulama besar Islam. Ja&#8217;far Ash-Shadiq adalah seorang ulama besar dalam banyak bidang ilmu, seperti ilmu filsafat, tawaruf, figh, kimia dan ilmu kedokteran. Beliau adalah Imam yang keenam dari dua belas Imam dalam mazhab Syi&#8217;ah imamiyah. Di kalangan kaum sufi beliau adalah guru dan syaikh yang besar dan di kalangan ahli kimia beliau dianggap sebagai pelopor ilmu kimia. Di antaranya beliau menjadi guru Jabir bin Hayyan &#8211; ahli kimia dan kedokteran Islam. Dalam mazhab Syi&#8217;ah, figih <em>Ja&#8217;fari</em>-lah sebagai figih mereka, karena sebelum Ja&#8217;far As-Shadiq dan pada masanya tidak ada perselisihan. Perselisihan dan perbedaan pendapat baru muncul setelah masa beliau.</p>
<p>Ahlusunnah berpendapat bahwa Ja&#8217;far Ash-Shadiq adalah seorang <em>mujtahid</em> dalam ilmu fiqih, dan dianggap sudah mencapai ke tingkah <em>ladunni</em>. Di kalangan para syaikh terkemuka Ahlusunnah, beliau juga dianggap sebagai seorang sufi, karena pada dirinya terdapat puncak pengetahuan dan darah Nabi SalallahualaihiWasalam yang suci.</p>
<p>Syahrastani mengatakan bahwa Ja&#8217;far Ash-Shadiq adalah seorang yang berpengetahuan luas dalam agama, mempunyai budi pekerti yang sempurna serta sangat bijaksana, <em>zahid</em> dari keduniaan, jauh dari segala hawa nafsu.</p>
<p>Imam Abu Hanifah berkata: &#8220;Saya tidak dapati orang yang lebih <em>faqih</em> dari Ja&#8217;far bin Muhammad.</p>
<p>George Zaidan berkata: &#8220;Di antara muridnya adalah Abu Hanifah (wafat 150 H / 767 M), Malik bin Anas (wafat 179 H / 795 M) dan Wasil bin Ata&#8217; (wafat 181 H / 797 M)&#8221;. Abu Nuaim mengatakan bahwa di antara murid beliau juga ialah Muslim bin Al-Hajaj, perawi hadis <em>sahih</em> yang masyhur. Bahkan riwayat lain mengatakan bahwa di Kufah, sedikitnya 900 orang syaikh belajar kepada beliau di masjid Kufah.</p>
<p>Abu Zuhrah berkata: &#8220;Beliau (Ja&#8217;ar Ash-Shadiq) berpandukan Kitab Allah (Al-Qur&#8217;an), pengetahuan serta pandangan beliau sangat jelas, beliau mengeluarkan hukum-hukum fiqih dari nash-nashnya, beliau berpandukan kepada sunnah, sesungguhnya beliau tidak mengambil melainkan hadis riwayat <em>Ahli Bait</em> (Keluarga Nabi)&#8221;.</p>
<p>Sumber: Muhammad Jawad Mughniyah, Fiqih Lima Mazhab.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.assalam.or.id/2010/08/imam-jafar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buka Puasa Bersama</title>
		<link>http://www.assalam.or.id/2010/08/buka-puasa-bersama/</link>
		<comments>http://www.assalam.or.id/2010/08/buka-puasa-bersama/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 20:48:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ganis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.assalam.or.id/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillahi Rabbil’alamin.
Tak terasa sudah 15 hari kami berbuka puasa bersama di masjid Assalam. Di pertengahan puasa ini sudah banyak kenangan-kenangan yang terukir menemani hari-hari menjelang sore.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh<br />
Alhamdulillahi Rabbil’alamin.</p>
<p>Tak terasa sudah 15 hari kami berbuka puasa bersama di masjid Assalam. Di pertengahan puasa ini sudah banyak kenangan-kenangan yang terukir menemani hari-hari menjelang sore.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.assalam.or.id/2010/08/buka-puasa-bersama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sedekah</title>
		<link>http://www.assalam.or.id/2010/08/sedekah/</link>
		<comments>http://www.assalam.or.id/2010/08/sedekah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 14:57:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ganis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.assalam.or.id/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillahi Rabbil&#8217;alamin. Segala puji bagi Allah &#8216;Azza wa Jalla, Tuhan semesta alam raya ini. Dengan mengucap nama Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala yang maha pengasih lagi maha penyayang.
Dalam rangka pengembangan pembangunan Masjid Assalam di kawasan perumahan Tamansari Bukit Mutiara atau lebih di kenal dengan nama Komplek Wika Balikpapan, saya mencoba membuat website ini sebagai sarana wadah dakwah dan media amalan bagi yang akan bersedekah di jalan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala.
Sedekah berasal dari kata shadaqa yang berarti benar. Orang yang suka bersedekah adalah orang yang benar pengakuan imannya. Menurut terminologi ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakatuh</p>
<p>Alhamdulillahi Rabbil&#8217;alamin. Segala puji bagi Allah &#8216;Azza wa Jalla, Tuhan semesta alam raya ini. Dengan mengucap nama Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala yang maha pengasih lagi maha penyayang.</p>
<p>Dalam rangka pengembangan pembangunan Masjid Assalam di kawasan perumahan Tamansari Bukit Mutiara atau lebih di kenal dengan nama Komplek Wika Balikpapan, saya mencoba membuat website ini sebagai sarana wadah dakwah dan media amalan bagi yang akan bersedekah di jalan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala.</p>
<p>Sedekah berasal dari kata shadaqa yang berarti benar. Orang yang suka bersedekah adalah orang yang benar pengakuan imannya. Menurut terminologi syariat, pengertian sedekah sama dengan pengertian infaq, termasuk juga hukum dan ketentuan-ketentuannya. Hanya saja, jika infaq berkaitan dengan materi, sedekah memiliki arti lebih luas, menyangkut hal yang bersifat nonmateril. Adapun shadaqah maknanya lebih luas dari zakat dan infak. Shadaqah dapat bermakna infak, zakat dan kebaikan non materi. Dalam hadist riwayat Muslim,  Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam memberi jawaban kepada orang-orang miskin yang cemburu terhadap orang kaya yang banyak bershadaqah dengan hartanya, beliau bersabda:<br />
“Setiap tasbih adalah shadaqah, setiap takbir shadaqah, setiap tahmid shadaqah, setiap tahlil shadaqah, amar ma’ruf shadaqah, nahi munkar shadaqah dan menyalurkan syahwatnya pada istri juga shadaqah”.</p>
<p>Shadaqah adalah ungkapan kejujuran (shidiq) iman seseorang. Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala menggabungkan antara orang yang memberi harta dijalan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala dengan orang yang membenarkan adanya pahala yang terbaik. Antara yang bakhil dengan orang yang mendustakan. Disebutkan dalam surat Surat Al-Lail:</p>
<p><em>Bismillahirrahmanirrahiim<br />
Sesunguhnya usaha kamu memang berbeda-beda<br />
Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa<br />
dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga)<br />
maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah<br />
Dan adapun orang)orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup,<br />
serta mendustakan pahala yang terbaik<br />
maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar<br />
Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.</em></p>
<p>Surat ini merupakan surat-surat pertama Makiyyah, mengandung dua perumpamaan yang memberikan suatu isyarah akan sikap Islam terhadap harta dan orang kaya; dan menjelaskan pula contoh akhlaq yang diperintahkan Islam dan yang akan mendapatkan ridha Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala.</p>
<p>Golongan pertama adalah golongan yang memberikan hartanya di jalan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala terbaik (syurga). Terhadap golongan ini Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala memujinya dan menyiapkan baginya jalan yang mudah.</p>
<p>Jadi memberi adalah salah satu sifat yang disejajarkan dengan taqwa dan membenarkan kalimat terbaik. Quran memutlakan sifatnya dengan memberi dan tidak menyatakan apa yang diberikan, berapa yang diberikan dan macam apa yang diberikan, karena maksud utamanya adalah jiwanya itu adalah jiwa yang dermawan, mulia dan pemberi, bukannya jiwa yang hina dan tidak mau memberi.</p>
<p>Jiwa pemberi adalah jiwa yang bermanfaat dan jiwa yang baik, yang tabiatnya senantiasa mau berlaku baik dan memberikan kebaikan kepada orang lain. Ia memberikan yang terbaik, baik untuk dirinya maupun untuk orang lain, sehingga ia menyerupai sebuah sungai yang dimanfaatkan oleh manusia dengan meminumnya dan untuk diberikan kepada hewan ternak dan tanaman. Demikian pula dengan orang yang penuh keberkatan dimanfaatkan dimanapun ia berada, sehingga sebagai pembalasannya terhadap jiwanya yang mudah memberi itu, Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala akan memudahkan masuk ke dalam syurga.</p>
<p>Sebagai tandingan golongan ini, golongan yang dicela Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala dan memudahkannya masuk ke dalam neraka, karena ia sifatnya bakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustakan adanya pahala terbaik (syurga). Inilah golongan yang tercela karena kekikirannya terhadap hartanya dan menganggap dirinya cukup, tidak memerlukan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala dan pertolongan manusia serta membohongkan apa yang dijanjikan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, yaitu akibat yang baik bagi orang-orang yang benar imannya.</p>
<p><em>Maka, Allah memperingatkan dengan neraka yang menyala-nyala,<br />
Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka,<br />
Yang mendustkan kebenaran dan berpaling dari iman.<br />
Dan kelak akak dijauhkan orang yang bertaqwa dari neraka itu.<br />
Yang menafkahkan hartanya di jalan Allah untuk membersihkannya,<br />
Padahal tidak seorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya.<br />
Tetapi dia memberikan itu itu semata-mata karena mencari keridhaan Tuhannya Yang Maha Tinggi.<br />
Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan</em>.</p>
<p>Usaha manusia itu berlainan, karena itu balasannya berlainan pula; orang yang suka berderma, bertakwa dan membenarkan adanya pahala yang baik dimudahkan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala baginya melakukan kebaikan yang membawa kepada kebahagiaan di akhirat, tetapi orang yang dimudahkan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala baginya melakukan kejahatan-kejahatan yang membawa kepada kesengsaraan di akhirat, harta benda tidak akan akan memberi manfaat kepadanya; orang yang bakhil merasa dirinya cukup dan mendustakan adanya pahala yang baik.</p>
<p>Surat Al-Lail menerangkan bahwa amalan-amalan yang dikerjakan dengan tulus ikhlas semata-mata mencari keridhaan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala itulah yang membawa kebahagiaan di akhirat kelak.</p>
<p>wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh<br />
Wallahu a’lam bishshawab</p>
<p>Sumber (copy paste) tulisan:<br />
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Lail<br />
2. http://almanaar.wordpress.com/2007/11/07/surat-al-lail/<br />
3. ttp://amany.org/tanya-jawab/40-ziswaf/66-apa-perbedaan-beda-zakat-infaq-dan-sadaqah-.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.assalam.or.id/2010/08/sedekah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

